Fadli Berharap Calon Presiden yang Perhatian terhadap Olahraga

Jakarta: Peraih medali emas Asian Para Games 2018, Muhammad Fadli Immamuddin, berharap calon presiden Indonesia berikutnya memerhatikan olahraga. Sebab, olahraga dinilai menjadi salah satu media yang dapat mengharumkan nama bangsa.

Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden Indonesia 2019 memang menyita perhatian seluruh elemen masyarakat dari berbagai kalangan. Tak terkecuali, Fadli yang baru saja mengharumkan Merah Putih lewat cabang olahraga para cycling Asian Para Games 2018.

Seperti masyarakat pada umumnya, Fadli berharap pemimpin Indonesia terpilih nantinya bisa bersikap adil dalam memberikan servis di setiap lapisan masyarakat. Namun, sebagai atlet, ia sangat berharap dapat perhatian lebih dari pemerintah di bidang olahraga.

Baca: Dari Bonus, Fadli Ingin Berangkatkan Umroh Orang Tua

“Sebagai warga negara, saya menginginkan kemajuan untuk Indonesia, terutama di bidang olahraga. Karena bagaimana pun, olahraga itu bisa mengangkat nama negara,” kata Fadli di Jakarta pada Rabu (17/10).

“Saya berharap pemimpin yang adil, memikirkan rakyat kecil, dan menekan kesenjangan sosial yang saat ini masih tinggi,” lanjut dia.

Lebih spesifik lagi, ia berharap pemerintah memberi perhatian pada persiapan setiap atlet yang berusaha mengikuti kompetisi akbar. Perhatian yang dimaksudkan meliputi kesejahteraan atlet, akomodasi selama persiapan, dan peralatan-peralatan yang tidak kalah bersaing dari negara lain.

“Pemerintah harus lebih mendukung, contohnya saya lagi butuh dukungan untuk mengikuti Paralympic (Tokyo 2020). Bantuan dari pemerintah itu harus, karena untuk sampai ke sana tidak mudah. Jangan sampai kita kalah peluru (alat-alat) dari negara lain,” ujar Fadli.

Kini, Fadli menargetkan untuk berprestasi di ASEAN Para Games 2019 Manila. Ia juga bersiap untuk mengunci tiket Paralympic Tokyo 2020, dengan cara mengikuti setiap event kejuaraan dunia di Eropa, untuk mendapatkan minimal peringkat enam besar Asia.

(FIR)

Dari Bonus, Fadli Ingin Berangkatkan Orang Tua Umroh

Jakarta: Atlet para cycling Indonesia, Muhammad Fadli Immamuddin, punya cita-cita mulia setelah mendapatkan bonus dari prestasinya di Asian Para Games 2018. Pria berusia 34 tahun tersebut ingin berangkat ke tanah suci untuk ibadah umroh bersama orang tuanya.

Fadli mencatatkan prestasi gemilang pada Asian Para Games 2018. Lewat cabang olahraga para cycling, ia memenangkan masing-masing satu medali perunggu, perak, dan emas.

Seperti yang dijanjikan pemerintah, setiap atlet peraih medali di Asian Para Games akan mendapatkan bonus. Untuk peraih medali emas, mendapat bonus Rp1,5 miliar plus peluang menjadi PNS atau bekerja di BUMN. Sementara bonus untuk peraih perak sebesar Rp500 juta dan peraih perunggu Rp250 juta.

Baca: Fadli Beberkan Resep Raih Tiga Medali di Asian Para Games 2018

Dengan ini, maka Fadli diperkirakan mendapat bonus senilai Rp2,2 miliar dari ketiga raihan medalinya. Ia berencana menggunakan bonus tersebut untuk tabungan investasi masa depan keluarga dan membahagiakan orang tuanya.

“Dapat bonus ya untuk tabungan keluarga. Atlet pasti dimakan umur, tidak mungkin kita selamanya bisa jadi atlet. Beda sama orang kerja (konvensional), mungkin mereka lebih lama,” kata Fadli di Jakarta pada Rabu (17/10).

“Juga ingin menyenangkan orang tua. Kita ingin umroh bareng,” lanjut dia.

Fadli sekaligus menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang meraih emas dari cabor para cycling di Asian Para Games 2018. Medali-medali tersebut diraihnya lewat nomor sprint tim putra (perunggu), time trial putra (perak), dan individual pursuit 3000 meter putra (emas).

(FIR)

Lioe Nam Khiong Masuk Jajaran Pengurus World Taekwondo Federation

Jakarta: Pemegang Sabuk DAN IX Kukkiwon Grand Master Lioe Nam Khiong dipercaya duduk di Kepengurusan World Taekwondo Federation (WTF).

Berdasarkan situs Worldtaekwondo.org, GM Lioe Nam Khiong duduk sebagai Vice Chairman Marketing bersama Presiden Taekwondo Singapura Milan Kwee yang duduk sebagai Chairman. Ketika dikonfirmasi, Grand Master Lioe Nam Khiong membenarkan dirinya duduk di kepengurusan WTF.

“Ya saya sekarang duduk di WTF atas permintaan Presiden WTF Dr. Choue Chung won,” kata Lioe Nam Khiong.

Baca juga: Gregoria Lolos ke Babak 16 Besar Denmark Open 2018

Kedekatan Grand Master Lioe Nam Khiong dengan Presiden WTF Dr. Choue Chung Won sudah menjadi rahasia umum di kalangan pelaku Taekwondo Internasional. Bahkan, Presiden WTF Dr.Choue Chung Won sempat berkunjung ke Indonesia bersamaan dengan penyelenggaraan Asian Games.

“Kalau hubungan pribadi Lioe Nam khiong dengan Dr.Choue sangat erat sekali. Jadi sangat wajar jika Lioe Nam Khiong diminta duduk di WTF,” ujar Sekjen UTI Pro Lam Ting.

Sementara, Dr.Chou Chung Won dalam surat elektroniknya menyebutkan, Lioe Nam Khiong adalah figur yang tidak bisa dipisahkan dengan Taekwondo.

Baca juga: Lawan Mayweather, Ayah Khabib Berharap Dukungan Mike Tyson

“Saya sangat mengapresiasi dedikasi Anda terhadap perkembangan olahraga Taekwondo di Indonesia, khususnya dan di level Dunia pada umumnya,” kata Dr.Choue.

Grand Master Lioe Nam Khiong merupakan Taekwondoin Indonesia pertama yang diangkat di kepengurusan World Taekwondo Federation.

Lioe Nam Khiong taekwondoin kelahiran 1 Juli 1956, peraih Dan IX Kukkiwon pertama di Indonesia. Grand Master Lioe Nam Khiong menekuni taekwondo Sejak 1972, dan pernah menjabat di Persatuan Taekwondo Indonesia sebagai Ketua Komisi Teknik.

Ia juga merupakan pendiri Yayasan Universal Taekwondo Indonesia (YUTI) dan Universal Taekwondo Indonesia UTI Pro. Di Kepengurusan PB TI 2007-2011, ketika mengemban tugas Wakil Ketua Umum, Lioe berperan besar atas sukses Indonesia meraih 6 emas di SEA Games 2011 Jakarta-Palembang.

Video: Momentum Kebangkitan Olahraga Indonesia
 

(RIZ)

Lawan Mayweather, Ayah Khabib Berharap Dukungan Mike Tyson

Makhachkala: Ayah Khabib Nurmagomedov, Abdulmanap, berharap Mike Tyson berada di pihaknya ketika sang anak berduel dengan Floyd Mayweather. Laga akbar itu berpotensi terjadi usai Mayweather menjawab tantangan Khabib.

Khabib sebelumnya menantang Mayweather usai dirinya mengalahkan Coner McGregor pada pertarungan UFC 229 di Las Vegas. Mayweather yang telah pensiun dari dunia tinju, mengindahkan tantangan dari juara UFC tersebut.

Melalui akun media sosial miliknya, Mayweather mengatakan “Mari membuat Las Vegas hebat lagi”.

“Saya ingin legenda tinju terbaik dunia, Mike Tyson berada di pihak kami,” ujar Abdulmanap.

Lebih lanjut, sang ayah merasa yakin kalau kesempatan mengalahkan Mayweather lebih terbuka, ketimbang McGregor yang saat itu harus takluk. “Khabib akan memiliki kesempatan menang dalam tinju, dia akan memiliki kesempatan lebih besar daripada McGregor,” sambung Abdulmanap.

Tyson sendiri sempat berbicara kepada RT Sport jelang pertarungan Khabib kontra McGregor. Legenda tinju dunia itu mengatakan bahwa ia mendukung petarung Rusia tersebut untuk mengalahkan megastar MMA asal Irlandia, McGregor.

Meski mengaku percaya diri bahwa pertarungan itu bakal terwujud, Abdulmanap mengatakan duel itu takkan datang dalam waktu dekat. Sebab, Khabib masih harus menjalani persidangan terkait insiden pasca pertandingan melawan McGregor. Sementara itu Mayweather juga mengaku ingin kembali ke ring jika berduel dengan Manny Pacquiao.

Kudus Relay Marathon 2018 Siap Digelar

(ACF)

Sepeda Nusantara di Malang Tuai Respons Positif

Program Sepeda Nusantara yang diinisiasi Kemenpora mendapat respons positif (Foto:Dok.Kemenpora)

Malang: Program Sepeda Nusantara yang diinisiasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mendapat respons positif. Program ini dinilai mampu menggugah kesadaran masyarakat agar gemar berolahraga.

“Kami berharap semangat masyarakat untuk bersepeda atau berolahraga semakin besar. Dengan adanya program-program olahraga, saya yakin masyarakat akan semakin antusias berolahraga,” ujar Anggota Komisi X DPR RI Latifah Shohib, dikutip keterangan tertulis, Senin, 15 Oktober 2018.

Latifah menyambut baik kegiatan Sepeda Nusantara. Dia berharap bakal ada program-program lain dari Kemenpora untuk menggelorakan semangat warga Kota Malang.

Asisten Deputi Pengelolaan Pembinaan Sentra dan Sekolah Khusus Olahraga Kemenpora Bambang Laksono mengapresiasi antusiasme masyarakat untuk ikut bersepeda dalam Sepeda Nusantara. Program ini juga sekaligus mempromosikan pariwisata di berbagai daerah.

“Olahraga bersepeda juga untuk promosi wisata di berbagai daerah, dan untuk menyatukan beragam budaya di Indonesia,” ujar Bambang.

Bambang berharap, semangat berolahraga masyarakat di Kota Apel ini semakin bergairah dengan kehadiran program-program olahraga dari pusat.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko menyambut baik penyelenggaraan Sepeda Nusantara. 

“Kami berterima kasih ditunjuk sebagai penyelenggara. Mudah-mudahan dengan bersepeda semakin membentuk karakter bangsa, terutama bangsa yang sehat dan berkomitmen tinggi terhadap olahraga,” katanya.

Sekitar lebih dari 3 ribu peserta mengikuti kegiatan Sepeda Nusantara 2018 Etape Kota Malang, akhir pekan lalu. Sepeda Nusantara mengambil tema Bangun Indonesia.

Jarak yang ditempuh dalam Sepeda Nusantara ini mencapai 15 km. Misi besar Sepeda Nusantara yang ingin menunjukkan kearifan lokal serta Bangun Indonesia, semakin menarik karena melewati beberapa bangunan dan jalan yang dibangun atas kerja sama pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

(ROS)

Kalahkan Batas, Indonesia Raih Prestasi Membanggakan di Asian Para Games

KETERBATASAN fisik bukan penghalang untuk meraih prestasi. Kalimat inilah yang terus tertanam dalam diri atlet-atlet yang berjuang di pentas Asian Para Games 2018, Jakarta. Alih-alih terpuruk dengan kondisinya, mereka justru berjuang mengalahkan keterbatasan demi mengharumkan nama bangsa.

Selama kurang lebih satu minggu penyelenggaraan Asian Para Games (6-13 Oktober 2018), kita disuguhkan oleh aksi-aksi yang menginspirasi oleh para atlet disabilitas Indonesia. Kerja keras mereka pun berbuah hasil maksimal.

Target 16 besar dan finis di posisi tujuh besar yang dicanangkan pemerintah pun berhasil dilewati. Bahkan, target tersebut sudah terlampaui saat Asian Para Games baru menginjak hari keempat, Rabu 13 Oktober. Saat itu, Indonesia sudah mengoleksi 23 medali emas.

Makin membanggakan karena di akhir kompetisi, atlet-atlet disabilitas Indonesia sukses mempersembahkan medali emas dua kali lebih banyak dari yang ditargetkan. Indonesia mengakhiri Asian Para Games 2018 di posisi lima klasemen dengan koleksi 37 medali emas, 47 perak, dan 51 perunggu. 

Cabang olahraga Catur menjadi lumbung emas Indonesia di Asian Para Games 2018. Atlet-atlet catur Indonesia nyaris meraih hasil sempurna seperti atlet pencak silat yang menyapu bersih 14 medali emas di pentas Asian Games. Dari total 12 medali emas yang diperebutkan, atlet-atlet Indonesia sukses meraih 11 medali emas lewat nomor catur tradisional dan catur cepat.

Tati Karhati menjadi salah satu atlet catur yang paling banyak meraih medali emas. Ia sukses menggondol empat medali, di mana tiga di antaranya adalah medali emas. 

Selain Tati, atlet-atlet dari cabor lain juga sukses membawa #IndonesiaKalahkanBatas. Syuci Indriani dari cabor renang dan David Jacobs (tenis meja), Sapto Yogo Purnomo (Atletik), hingga Hary Susanto (bulu tangkis) sukses menyumbangkan dua medali emas. 

Prestasi ini tentu sangat membanggakan. Apresiasi besar pun dilontarkan Menpora Imam Nahrawi. Ia secara khusus mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada atlet-atlet disabilitas Indonesia yang telah mengalahkan batas. Juga kepada seluruh ofisial tim hingga masyarakat Indonesia yang memberikan dukungan langsung ke venue-venue pertandingan.

“Raihan ini adalah sejarah baru bagi Indonesia. Kita harus berbangga atas prestasi luar biasa ini,” ujar Menpora usai menyaksikan langsung pertandingan atletik di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Sesuai janjinya, Menpora sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah telah menyiapkan bonus sama dengan atlet-atlet yang sebelumnya berjuang di Asian Games.

Atlet-atlet peraih medali emas yang turun di nomor perorangan, akan diganjar Rp1,5 miliar untuk satu keping emas. Sementara peraih medali perak dan perunggu masing-masing akan menerima Rp500 juta dan Rp250 juta.

Sementara, untuk tim ganda, bonus atlet peraih medali emas sebesar Rp1 miliar, medali perak Rp400 juta, dan medali perunggu Rp200 juta. Untuk tim regu, peraih medali emas akan diberikan bonus Rp750 juta, medali perak Rp300 juta, dan medali perunggu Rp150 juta.

“Bonus berupa uang akan diberikan sebelum keringat mereka kering. Rencananya akan diberikan langsung oleh Bapak Presiden (Joko Widodo) sebelum penutupan,” ujar Menpora dalam keterangan tertulis yang diterima medcom.id, Jumat, 12 Oktober 2018.

Dukungan penuh ini menjadi bukti keseriusan pemerintah untuk mengapresiasi perjuangan para atlet. Hal itu juga menjadi semangat yang dibawa oleh OBH Combi dalam mendukung atlet-atlet Indonesia yang berjuang mengalahkan batasan yang mereka miliki.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Apresiasi Atlet Asing untuk Indonesia

(ASM)

Indonesia Borong Medali di Tiongkok

Wanxianshan: Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet panjat tebing nasional Indonesia. Kali ini, mereka tak hanya mengawinkan emas speed, tetapi juga memborong medali di nomor women’s speed dalam “The Belt and Road” International Climbing Master Tournament 2018 di Wanxianshan, Tiongkok, 13-14 Oktober 2018. 

Pelatih Speed Hendra Basir mengatakan, dalam kategori women’s speed, peringkat satu hingga empat diduduki atlet Indonesia. Peringkat pertama ditempati Aries Susanti Rahayu dengan catatan waktu 7,99 detik. Ia mengalahkan Agustina Sari dalam babak final yang mencatatkan waktu 8,20 detik.

Sementara, peringkat tiga ditempati Nurul Iqamah dengan 8,52 detik. Ia mengalahkan rekan senegara yakni Rajiah Sallsabillah yang menorehkan catatan waktu 8,72 detik dalam babak perebutan juara tiga.

Baca: Putra Michael Shumacher Juara Formula 3

Di nomor men’s speed, Aspar Jaelolo keluar sebagai pemenang dengan catatan waktu 5,99 detik. Ia melibas atlet dari China, Lin Penghui di babak final yang menorehkan waktu 6,30 detik.

Peringkat tiga ditempati Muhammad Hinayah yang mengalahkan Veddriq Leonardo di babak perebutan juara tiga. Hinayah menang dengan waktu 6,29 detik, sedangkan Veddriq 6,37 detik.

Tak hanya bermain di nomor speed, para atlet Indonesia juga menjajal berkompetisi di nomor lead. Nurul Iqamah berhasil menduduki peringkat keempat di nomor women’s lead, sedangkan Aspar Jaelolo berada di peringkat delapan di nomor men’s lead.

“Mereka memang enggak hanya main di speed, tetapi di lead juga. Biar merasakan kompetisi di lead juga,” ujar dia.

Baca: Para Games Berakhir, Ketua INAPGOC: Semoga Meninggalkan Kesan Baik

Ketua Umum PP Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Faisol Rizal menyambut baik kemenangan ini. “Kemenangan ini semakin menunjukkan kesiapan kita untuk berlaga di Olimpiade,” ujar dia.  

Sebelumnya, pada turnamen serupa yang diselenggarakan di Huaian, China, 9-10 Oktober 2018, Indonesia juga mengawinkan emas. Emas women’s speed dipersembahkan Aries Susanti Rahayu dan men’s speed dipersembahkan Pangeran Septo Wibowo.

Adapun atlet yang berangkat ke China untuk mengikuti kompetisi adalah Aspar Jaelolo, Alfian M Fajri, Sabri, Muhammad Hinayah, Veddriq Leonardo, Pangeran Septo Wibowo, Puji Lestari, Aries Susanti Rahayu, Rajiah Sallsabillah, Agustina Sari, dan Nurul Iqamah.

Video: Closing Ceremony Asian Para Games 2018 

(PAT)

Sebelum Atlet Pulang, Menpora Kunjungi Wisma Atlet

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengunjungi wisma atlet, tempat kontingen Indonesia menginap selama Asian Para Games 2018 berlangsung.

Menpora berkunjung pada Sabtu, 13 Oktober malam hingga Minggu, 14 Oktober dini hari. Cak Imam, biasa dia disapa, ingin menyapa para atlet sebelum mereka pulang ke daerah masing-masing. Dia menyemangati para atlet agar terus mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Melihat kedatangan Menpora, Subhan, atlet bulu tangkis kategori WH1 single dan double, sangat senang. Subhan mengaku bangga kepada Cak Imam karena sangat peduli dan perhatian terhadap atlet.

“Senang dengan kedatangan Menpora. Beliau peduli dan sangat perhatian, sampai malam melihat atlet. Untuk Asian Para Games ini, saya belum bisa memberikan medali. Beliau terus menyemangati kita,” kata pria Asal Banten ini.

Hal yang sama diutarakan Tegar. Atlet cabang olahraga boccia berusia 24 tahun ini mengaku senang karena Menpora sangat dekat dengan para atlet.

“Senang, karena Pak Imam dekat sama kita dan sering ketemu. Kita harap olahraga boccia mendapatkan perhatian dan terus didukung,” kata pria asal Jawa Tengah itu.

Asian Para Games 2018 telah usai. Indonesia berhasil melampaui target pemerintah dengan finish di tempat kelima. Total, Indonesia meraih 135 medali yaitu 37 emas, 47 perak, dan 51 perunggu.

Medali emas terbanyak Indonesia dipersembahkan cabang olahraga catur dengan torehan 11 emas. Medali terbanyak disumbangkan cabang olahraga atletik dengan total 28 medali. Rinciannya, enam emas, 12 perak, dan 10 perunggu.

Sementara itu, Tiongkok menjadi juara umum dengan mengumpulkan total medali sebanyak 319 keping. Jumlah medali tersebut terdiri atas 172 emas, 88 perak, dan 59 perunggu. Pundi medali terbanyak Tiongkok diperoleh dari cabang olahraga para atletik dengan 56 medali emas, 32 perak, dan 16 perunggu.

(ROS)

Komodo Raksasa Muncul Lagi di Upacara Penutupan Asian Para Games 2018

Jakarta: Upacara penutupan Asian Para Games 2018 berlangsung meriah di Stadion Madya Gelora Bung Karno (GBK), Sabtu 13 Oktober. Salah satu daya tariknya dengan kehadiran replika komodo raksasa di tengah kerumunan penonton.

Replika binatang langka dari Nusa Tenggara Timur itu terlihat berwarna hijau dan memiliki mata kuning menyala. Untuk mengaraknya dari depan panggung menuju belakang stadion dibutuhkan lebih dari 10 orang.


Foto: medcom.id/Kautsar Halim

Sebelumnya, replika komodo raksasa juga pernah ditampilkan pada acara pembukaan Asian Para Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu 6 Oktober. Namun, saat itu, terdapat komodo yang berwarna coklat juga yang ukurannya lebih besar.

Baca: Presiden Jokowi Apresiasi Atlet Asian Para Games 2018

Tak heran jika hanya ditampilkan satu komodo saja saat upacara penutupan. Pasalnya, ukuran Stadion Madya jauh lebih kecil ketimbang SUGBK. Meski begitu, bukan berarti upacara penutupan berlangsung tidak meriah.

Buktinya, tetap banyak masyarakat yang datang dan menikmati acara yang berformat festival atau tidak disediakan tempat duduk itu. Sorak sorai penonton terdengar lantang, khususnya ketika berbagai hiburan musik disajikan pada pengujung acara. 

BacaKemeriahan Jelang Upacara Penutupan Asian Para Games 2018

Komodo raksasa muncul di tengah-tengah rangkaian acara atau setelah defile kontingen para negara peserta. Kehadirannya diiringi juga dengan berbagai simbol kebudayaan tradisional lainnya seperti ondel-ondel, becak, dan wayang kulit.

Rangkaian acara upacara penutupan Asian Para Games 2018 dibuka dengan kata sambutan dari wakil presiden Jusuf Kalla. Ia berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kesuksesan terselenggaranya event, tak terkecuali para relawan.


Momen saat Wakil Presiden RI Jusuf Kalla berpidato dalam seremoni penutupan Asian Para Games 2018 (Foto: medcom.id/Kautsar Halim)

Cuplikan video tentang keindahan Kota Hangzhou di Tiongkok juga sempat ditampilkan sebagai promosi tempat perhelatan Asian Para Games berikutnya. Serah terima benderan antar National Paralimpic Commitee (NPC) Indonesia dan Tiongkok juga tak ketinggalan dilakukan.

Pesta kembang api mencerahkan langit di Stadion Madya setelah semua pemangku kepentingan mendapat kesempatan menyampaikan kata sambutan, tak terkecuali Ketua INAPGOC Raja Sapta Oktohari dan Ketua Asian Paralimpic Committee Majid Rashed. Setelah itu, baru acara langsung dilanjutkan dengan berbagai hiburan musik.


Girl Band Korea Ace of Angels (AOA) saat tampil dalam seremoni penutupan Asian Para Games 2018 (Foto: medcom.id/Kautsar Halim)

Berbagai acara hiburan musik itu pun membuat seremoni Asian Para Games 2018 berlangsung semakin meriah. Sebab, hiburan musik itu dibawakan oleh sejumlah artis dan musisi papan atas Indonesia dan juga internasional.

Sejumlah artis dan musisi papan atas Indonesia itu di antaranya adalah grup musik Rio Febrian, NTRL, dan Cokelat. Sedangkan grup musik internasional itu adalah girl band asal Korea Selatan, Ace of Angels (AOA). 

Video: Closing Ceremony Asian Para Games 2018 (1)

(PAT)

Kemeriahan Jelang Upacara Penutupan Asian Para Games 2018

Suasana jelang upacara penutupan Asian Para Games 2018 (Foto: medcom.id/Kautsar Halim)

Jakarta: Euforia upacara penutupan Asian Para Games 2018 sudah mulai terlihat sejak Sabtu 13 Oktober siang WIB. Meski belum bisa masuk ke Stadion Madya GBK, kebanyakan penonton menyempatkan diri untuk mampir ke venue-venue pertandingan.

Venue pertandingan yang dipadati pengunjung berpusat di Istora yang menggelar laga para bulu tangkis. Di sana menjadi ramai karena bulu tangkis merupakan salah satu olahraga terpopuler di Indonesia dan terdapat enam wakil Indonesia yang tampil di final.

Selesai semua laga bulu tangkis, kebanyakan pengunjung juga tidak langsung meninggalkan venue. Mereka memanfaatkan momen untuk berfoto ria, khususnya untuk spot yang memiliki logo atau maskot Asian Para Games 2018.

Baca: Presiden Jokowi Apresiasi Atlet Asian Para Games 2018

Jika tidak membawa kamera atau ingin merasakan nuansa berfoto yang beda, INAPGOC–panitia pelaksana Asian Para Games 2018 juga sudah menyiapkan booth foto matrix 180°. Para pengunjung hanya wajib mengantre untuk mendapat kesempatan berfoto secara gratis.

Puas berfoto di Istora, para pengunjung bisa berjalan sedikit ke Zona Inspirasi yang berada di sebelah Aquatic Center. Di sana, tersedia berbagai macam jajanan dan berbagai spot foto unik lainnya. Wilayah gerbang masuk menjadi tempat paling favorit untuk mengabadikan kenangan.

Selain Istora dan Zona Inspirasi, para pengunjung juga banyak yang datang ke venue wheelchair basket ball. Venue tersebut terpantau penuh dan padat oleh pengunjung lokal meskipun bukan tim Indonesia yang sedang bertanding di final.

Baca: Warga Antusias Menyaksikan Penutupan Asian Para Games 2018 

Sekitar pukul 16.00 WIB, suasana di berbagai venue mulai ditinggal para pengunjung. Mereka berbondong-bondong memadati jalan dan beralih menuju gerbang masuk Stadion Madya yang merupakan lokasi upacara penutupan Asian Para Games 2018.

Upacara penutupan Asian Para Games 2018 dijadwalkan berlangsung pada pukul 19.00 WIB. Namun, pintu masuk untuk masyarakat umum hanya dibuka pada pukul 16.00 WIB hingga 18.00 WIB. Event ini akan dimeriahkan juga oleh girl band Korea Selatan, AOA.

Video: Suasana Jelang Upacara Penutupan Asian Para Games 2018

(PAT)

Harapan Menpora Usai Asian Para Games 2018

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi melontarkan sejumlah harapan jelang berakhir Asian Para Games 2018. Salah satunya adalah berharap adanya perhatian lebih untuk para penyandang disabilitas di Indonesia usai perhelatan tersebut.

Asian Para Games 2018 berlangsung pada 6 hingga 13 Oktober. DKI Jakarta (ibu kota Indonesia) menjadi kota terpilih sebagai tuan rumah perhelatan pesta olahraga terbesar untuk kaum disabiltas di benua Asia itu.

Sebagai tuan rumah, Indonesia tampil cukup memuaskan. Selama perhelatan Asian Para Games 2018 berlangsung, tim Merah Putih mampu menggondol 30 medali emas dan menempati peringkat keenam.

Baca: M. Fadli Persembahkan Emas dari Para Balap Sepeda 

Pencapaian tersebut membuat mereka melampaui target pemerintah. Sebelumnya, Indonesia ditargetkan 16 medali emas dan finis posisi delapan besar oleh Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi.

Imam bangga melihat perjuangan-perjuangan para atlet disabilitas di Asian Para Games 2018. Khususnya untuk atlet-atlet Indonesia. Sebab, mereka mampu berprestasi di balik kekurangan mereka. Karena itu, ia berharap perhelatan ini bisa menyadarkan Indonesia untuk bisa memberikan respek dan perhatian lebih terhadap para penyandang disabilitas.

Baca: Bahagianya Tati Karhati Menjadi Penyumbang Emas Terbanyak

“Hal paling membanggakan adalah kekurangan bukan penghalang untuk berprestasi, bukan penghalang untuk melahirkan kewibawaan negara. Karena ke depan semua akses, fasilitas kepada teman-teman disabilitas akan dibuka seluas-luasnya,” ujar Imam.

“Tidak hanya infrastruktur tapi juga di tempat-tempat manapun kita berikan akses yang sama kepada teman-teman disabilitas. Dengan adanya momentum ini, pemerintah atau pun pihak swasta bisa bersama untuk melakukan pembenahan. Bukan hanya infrastruktur. Fasilitas untuk PNS misalnya. Meskipun mereka terbatas, mereka suatu saat juga bercita-cita menjadi menteri dan deputi, dan apa saja,” sambungnya.

Video: Peran Relawan di Asian Para Games 2018

(ACF)

Indonesia Lampaui Target Emas, Menpora Kucurkan Dana Cadangan untuk Bonus Atlet

Jakarta: Kontingen Indonesia berhasil melampaui target pemerintah dalam perolehan medali emas di Asian Para Games 2018. Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi pun siap mengucurkan dana tambahan untuk bonus-bonus para atlet.

Awalnya, pemerintah melalui Menpora Imam Nahrawi memberikan target kepada kontingen Indonesia meraih sebanyak 16 medali emas di Asian Para Games 2018. Tetapi faktanya, tim Merah Putih mampu melebihi target pemerintah. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 28 medali emas hingga hari keenam, Jumat 12 Oktober.

Berkat torehan tersebut, Indonesia kini menempati peringkat keenam klasemen sementara. Posisi itu membuat mereka juga memenuhi target pemerintah dalam hal peringkat. Sebelumnya, Imam berharap Indonesia setidaknya mampu finis di posisi delapan besar.

Imam mengaku pihak Kemenpora butuh dana tambahan untuk memberikan bonus-bonus para atlet Indonesia lantaran sudah berhasil melebihi target pemerintah. Namun, hal itu tidak lagi menjadi masalah buat pihak Kemenpora karena dana tambahan sudah dipersiapkan untuk bonus para atlet.

Baca: Leani Ratri Harus Puas Raih Perak di Tunggal Putri

“Kita kan punya estimasi bahwa pencapaian masimal medali emas atau medali secara keseluruhan itu 20 emas, 50 perak dan mungkin juga 50 perunggu itu secara estimasi. Ternyata di lapangan semangat juang para atlet kita ini luar biasa sehingga melebihi estimasi itu,” ujar Imam.

“Sudah pasti kami dibantu oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani yang mendapatkan saran dari Presiden Joko Widodo untuk mencari tambahan anggaran. Alhamdulillah, tambahan dari BA BUN (Bendahara Anggaran dari Menteri Keuangan) bisa mencukupi kebutuhan dari bonus itu sendiri,” tambahnya.

Ketika ditanyakan berapa jumlah yang didapat Kemenpora, Imam mengaku dana tambahannya bisa mencapai Rp27 miliar. Namun, jika dana tambahan itu masih kurang, Imam akan menyelesaikannya dengan tuntas.

“Semula kita anggarkan Rp204 miliar. Tetapi, dengan penambahan-penambahan dana ini, kami mencadangkan sampai besok sore kurang lebih sampai Rp27miliar lagi untuk itu. Jika ada tambahan lagi, kami pun tentu akan melakukan revisi lagi secara internal,” tutur Imam.

Pada kesempatan itu, Imam juga memastikan semua atlet akan mendapatkan bonus pada Sabtu 13 Oktober. Tepat sebelum upacara penutupan Asian Para Games 2018. Serah terima bonus itu pun langsung dilakukan Jokowi.

Baca: Ucapan ‘Jangan Ngawur’ dari Pelatih yang Bikin Syuci Menggila 

“Meskipun besok masih ada atlet yang bertanding dan tidak bisa hadir (dalam penyerahan bonus besok) dan terutama atlet itu sudah mendapatkan medali emas di beberapa hari sebelumnya, kami akan tetap jadwalkan mereka untuk diberikan bonus langsung oleh Bapak Jokowi. Prinsipnya adalah berikan bonusnya sebelum keringatnya kering, jadi sebelum kering diberikan,” pungkas Imam.

Sebelumnya, pemerintah sudah mengumumkan jumlah bonus untuk para atlet di Asian Para Games 2018. Khusus atlet perorangan yang meraih medali emas, mereka akan menerima bonus sebesar Rp1,5 miliar. Sebanyak Rp500 juta untuk atlet perorangan peraih medali perak, sedangkan atlet perorangan peraih medali perunggu mendapatkan bonus sebesar Rp250 juta.

Sementara itu, untuk peraih-peraih medali untuk atlet ganda atau atlet beregu punya rincian sendiri. Untuk atlet ganda, peraih medali emas mendapatkan Rp1 miliar per orang, peraih medali perak sebanyak Rp400 juta per orang, dan perunggu sebanyak Rp200 juta per orang.

Adapun atlet beregu, pemenang medali emas akan mendapatkan Rp750 juta, pemenang medali perak Rp 300 juta per orang, dan peraih perunggu sebanyak Rp150 juta per orang.

Video: Peran Relawan di Asian Para Games 2018

(ACF)

Tim Estafet Putra Para Renang Rebut Perunggu

Jendi Pangabean (dua dari kanan) yang tergabung di tim estafet putra Indonesia sukses menyumbangkan medali perunggu di cabor renang Asian Para Games 2018 (Foto: medcom.id/M. Rizky Adhestian)

Jakarta: Regu estafet para renang putra menghasilkan medali perunggu pada Kamis 11 Oktober. Itu menjadi medali terakhir yang disumbangkan Indonesia dari cabang olahraga tersebut hari ini, Kamis 11 Oktober 2018.

Tim Estafet putra tersebut digawangi oleh Guntur, Suriansyah, Jendi Pangabean, dan Tangkilisa Sualang. Mereka mencatatkan waktu 4 menit 49,37 detik untuk menjadi yang tercepat ketiga.

Catatan waktu tersebut hanya tak mampu menyaingi tim estafet Tiongkok (4:34,55) dan Jepang (4:38,87) yang merebut medali emas dan perak.
 

Baca: Atlet di Atas 35 Tahun Mengeluh tidak Bisa Jadi PNS, Ini Jawaban Kemenpora

Di kategori putri, hasil kurang memuaskan datang dari tim estafet putri yang mendapat giliran setelah tim putra. Berjuang di nomor estafet 4×100 meter putri medley 34 poin, mereka hanya mampu finis di urutan keempat.

Dengan hasil ini, praktis Indonesia hanya mendapatkan satu medali emas pada pertandingan renang hari ini, Kamis 11 Oktober. Satu-satunya emas disumbangkan Jendi Pangabean yang turun di nomor gaya punggung 100 meter putra kelas S9.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Leani Oktila Melaju ke Final Bulu Tangkis Asian Para Games

(ACF)

Atlet di Atas 35 Tahun Mengeluh tidak Bisa Jadi PNS, Ini Jawaban Kemenpora

Jakarta: Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot S Dewa Broto, merespons keluhan tim para catur Indonesia. Menurut dia, pihaknya belum bisa berbuat banyak atas harapan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Pengangkatan menjadi PNS merupakan salah satu bonus yang dijanjikan pemerintah apabila mampu menyabet emas di Asian Para Games 2018. Sayangnya, bonus itu hanya bisa dinikmati para atlet yang berusia maksimal 35 tahun.

Di sisi lain, kebanyakan atlet para catur Indonesia sudah berusia lanjut atau di atas 35 tahun. Tak heran, jika akhirnya mereka mengeluh seusai mempersembahkan enam medali emas pada Rabu 10 Oktober lalu. 
 

Baca: Jendi Pangabean Tambah Perolehan Emas Indonesia

Tim para catur Indonesia sudah cukup tahu diri bahwa usia mereka sudah tidak lagi produktif untuk bekerja sebagai PNS. Oleh karena itu, mereka berharap agar bonus pengangkatan PNS itu diubah menjadi tunjangan dana pensiun bagi atlet yang berumur di atas 35 tahun.

Tak banyak yang dikatakan Gatot ketika dikonfirmasi medcom.id soal keluhan tim para catur Indonesia. Kendati demikian, dia menegaskan tetap mengapresiasi perjuangan tim asuhan Heri Gogor dan Sri Martono.

“Kalau soal itu, ketentuannya memang maksimal 35 tahun. Bukan aturan dari Kemenpora, tetapi sudah peraturan pemerintah,” ketik Gatot via aplikasi Whatsapp, Kamis (11/9/2018).
 

Baca juga: Atlet Para Catur Indonesia Kecewa dengan Bonus Pemerintah

“Kami hanya patuh pada peraturan. Tetapi kami tetap menghargai perjuangan mereka,” tambahnya mengakhiri percakapan.

Tim para catur Indonesia hanya ditargetkan menyumbang empat emas di ajang Asian Para Games 2018. Kemarin, Heri Gogor selaku manajer tim sempat mengatakan para pemainnya masih bisa menambah sekitar empat emas lagi lewat nomor catur cepat.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Ni Made Arianti Tambah Perak dari 400 Meter Putri

(ACF)

Jendi Persembahkan Emas untuk Korban Palu-Donggala

Jakarta: Perenang Indonesia, Jendi Pangabean, sukses menyabet medali emas Asian Para Games 2018. Prestasi tersebut ia persembahkan untuk korban gempa dan tsunami di Palu-Donggala.

Jendi meraih medali emas lewat cabang olahraga renang nomor gaya punggung 100 meter putra kelas S9. Ia melesat paling cepat dengan catatan waktu 1 menit 7,45 detik.

Dengan kemenangan tersebut, Jendi berharap dapat menghibur sekaligus memotivasi korban-korban bencana alam di Indonesia. Atlet berusia 27 tahun tersebut juga ingin masyarakat Indonesia tidak mengendurkan dukungan hingga hari terakhir Asian Para Games 2018.
 

Baca: Jendi Pangabean Tambah Perolehan Emas Indonesia

“Yang jelas (kemenangan ini) untuk bangsa Indonesia, apalagi Indonesia sedang dalam keadaan bencana, saya harap ini bisa memberi semangat untuk masyarakat Indonesia, apalagi saudara kita yang ada di Donggala,” ujar Jendi.

“Saya berharap ini (medali emas) bisa memotivasi mereka. Kita sangat mendukung untuk mendoakan mereka,” lanjutnya.

Sama seperti korban Palu-Donggala yang kini masih berjuang untuk kembali bangkit, Jendi juga masih akan berjuang di Asian Para Games 2018. Ia berjanji akan kembali memberikan yang terbaik di dua nomor, yakni 50m gaya bebas S9 dan 100m gaya punggung S10.
 

Baca juga: Leani Ratri Oktila Melaju ke Final Tunggal dan Ganda Putri

“Nanti ada main lagi, selesai ini besok ada dua nomor lagi, ya mudah-mudahan kita bisa memberikan yang terbaik dan harapannya untuk seluruh masyarakat Indonesia untuk mendukung dan menyaksikan langsung.
Terima kasih para suporter hari ini, sangat luar biasa, saya mengucapkan terima kasih,” lanjut dia.

Emas yang diraih Jendi kali ini merupakan medali kedua yang diraihnya pada Asian Para Games 2018. Sebelumnya, ia menyumbang perunggu pada nomor 100 meter gaya bebas putra kelas S9.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Ni Made Arianti Tambah Perak dari 400 Meter Putri

(ACF)

Leani Ratri Oktila Melaju ke Final Tunggal dan Ganda Putri

Jakarta: Performa menawan ditunjukkan Leani Ratri Oktila pada hari kelima penyelenggaraan Asian Para Games 2018, Kamis 11 Oktober. Ia berhasil melaju ke final tunggal putri dan ganda putri untuk cabang olahraga para bulu tangkis.

Tiket final tunggal putri kategori SL4 direbut Leani setelah menaklukkan rekan senegaranya Khalimatus Sadiyah Sukohandoko pada fase semifinal. Saat itu, dia menang telak dengan skor, 21-7 dan 21-8. 

Selanjutnya pada final yang berlangsung pada Jumat 12 Oktober, Leani akan ditantang wakil Tiongkok, Hefang Cheng. Pertarungan keduanya diprediksi sengit karena Leani berstatus sebagai unggulan pertama, sedangkan Hefang kedua.
 

Baca: Sumbangan Dua Medali dari Atlet Para Angkat Besi

Sapta Kunta Purnama selaku manajer para bulu tangkis Indonesia juga kesulitan untuk memprediksi laga Leani kontra Hefang. Menurut dia, kedua pemain punya kekuatan merata. 

“Peluangnya di final masih 50-50, karena keduanya punya kelebihan masing-masing,” kata Sapta saat ditemui di Istora Senayan, Jakarta.

Beberapa jam setelah tampil di semifinal tunggal putri SL4, Leani juga sukses merebut tiket final ganda putri SL3-SU5. Menariknya, tren positif itu dia raih sambil berpasangan dengan Khalimatus yang sebelumnya menjadi lawan.
 

Baca juga: Tim Bola Voli Duduk Putri Indonesia Gagal Sumbang Medali

Leani/Khalimatus lolos dari semifinal ganda putri SL3-SU5 setelah meyudahi perlawanan wakil Thailand Nipada Seangsupa/Chanida Srinavakul (Thailand). Saat itu, keduanya menang mudah dengan skor, 21-8 dan 21-6.

Selanjutnya di final, Jumat 12 Oktober, Leani/Khalimatus akan ditantang wakil Tiongkok, Cheng Hefang/Ma Huihui. Cheng/Ma lolos dari semifinal setelah mengalahkan rekan senegaranya Xiao Zuxian/Yang Qiuxia.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Ni Made Arianti Tambah Perak dari 400 Meter Putri

(ACF)